ecofoods

love your food and environment

Lomba Cepat Tepat Ilmu Pangan (LCTIP) XVIII Antar SMA Tingkat Nasional 2010 akan diadakan pada tanggal 20 – 21 November 2010 yang bertempat di kampus IPB Dramaga, Bogor. Tema acara yang diangkat tahun ini adalah “Functional Food for Healthy Life”. Tema ini diangkat demi meningkatkan pengetahuan masyarakat seiring dengan mulai maraknya produk pangan fungsional di pasaran. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam bentuk kompetisi antarpelajar SMA yang terdiri atas 5 tahap yaitu tahap seleksi tertulis, tahap perempat final, tahap semifinal, tahap play off, dan tahap final. Para peserta lomba akan memperebutkan juara I, juara II, juara III, dan juara harapan I. Juara I akan mendapatkan tabungan pendidikan, trophy, piala bergilir dari rektor IPB, dan golden ticket untuk masuk ke Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) IPB.

Selain perlombaan, LCTIP XVIII ini juga mencakup berbagai acara lain yaitu:

  1. Studium General mengenai Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan serta aplikasinya di lingkup industri.
  2. Demo pembuatan minuman fungsional hasil kreativitas mahasiswa ITP.
  3. Seminar mengenai pangan fungsional.
  4. Pameran produk inovasi Departemen ITP dan produk sponsor.
  5. Kunjungan laboratorium Departemen ITP.

Kegiatan LCTIP XVIII ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan (Himitepa) yang didukung oleh Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan. Pertanyaan, kritik, dan saran silakan kirimkan via email ke lctip18@gmail.com. Informasi lebih lanjut silakan kunjungi alamat blog kami di  lctip18ipb.blogspot.com dan akun facebook “Lomba Cepat Tepat Ilmu Pangan (LCTIP) XVIII” atau silakan hubungi

CP       :  Taufiq (085641102239)

Risma (081806414367).

Artikel ini memang saya adaptasi dari majalah Tunza. Artikel yang seperti telah saya sebut sebelumnya ini bercerita tentang teknologi manusia yang ditemukan karena terinspirasi oleh kehebatan alam. Selain sarang rayap, disini juga diceritakan tentang beberapa teknologi alam lainnya yaitu:

  1. Saat Kereta Shinkansen milik Jepang keluar dari terowongan dengan kecepatan 322 km/jam, perubahan tekanan udaranya dapat menghasilkan ledakan yang sangat keras. Kemudian kepala teknisi dari kerta tersebut, Eiji Nakatsu, yang juga seorang penggemar burung memperhatikan bahwa  kingfisher dapat berpindah dari udara ke dalam air tanpa adanya cipratan air. Kemudian ketika bagian depan dari kereta tersebut diganti modelnya seperti paruh kingfisher ternyata menghasilkan suara yang lebih kecil, kecepatan lebih cepat, dan membutuhkan energi yang lebih efisien.
  2. Daun dari Nelumba lucifera,  terkenal memiliki kemampuan untuk menolak air, terlihat halus, tapi ternyata memiliki lubang-lubang kecil yang memerangkap udara saat ada tetesan air. Kemiringan daun kemudian membuat tetesan air tersebut terjatuh ke bawah. Zat kimia permukaan kemudian ditemukan dengan prinsip efek tersebut sehingga membuat cat, kaca dan kain dapat menolak air dan mengurangi produk pembersih yang tidak ramah lingkungan.
  3. Pohon mengatur sel-sel mereka untuk memaksimalkan kekuatan dan fleksibilitasnya sementara penggunaan energinya diminimalisir. Para engineer di GM Opel mereproduksi material dan properti pohon pinus ke dalam komponen mobil, menghasilkan ‘mobil bionik’ yang lebih ringan 25 persen – sehingga lebih efisien energinya – daripada mobil lainnya di kelasnya, sedangkan masih tetap tahan dari kecelakaan.
  4. Paus-paus Humpback dapat berenang dalam lingkaran yang kuat walaupun ukurannya sangat besar, menghasilkan jaring gelembung udara untuk menangkap krill (crustacea seperti plankton). Kemampuan ini terdapat pada tubercles-nya – terdapat bentuk yang tidak teratur pada salah satu siripnya, yang membantu untuk menjaga air yang bergerak cepat disekitar siripnya, menaikkan lift sebesar 8 persen dan menurunkan drag sebesar 32 persen. Struktur yang sama sekarang telah diaplikasikan pada turbin angin untuk meningkatkan efisiensi dan dapat meningkatkan performa dan keamanan pesawat terbang.
  5. Hiu Galapagos menolak bakteri dengan denticle – struktur seperti gigi yang terdapat di kulitnya. Penemuan terbaru ditemukan berdasarkan fenomena ini dan diterapkan pada rumah sakit untuk meminimalisir pengguanaan bahan-bahan kimia dan dapat mengatasi masalah infeksi tanpa menyebabkan bakteri menjadi resisten.

Pada tanggal 17 hingga 22 Juli 2010 kemarin Himitepa (Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan) Institut Pertanian bogor telah mengadakan serangkaian acara Seminar dan Pelatihan HACCP. Saya sendiri termasuk salah satu panitia dari acara ini. Rangkaian acara yang terdiri dari seminar, pelatihan, kunjungan industri, dan diskusi umum ini merupakan event tahunan Himitepa dan di tahun 2010 ini merupakan tahun kedelapan.

Rangkaian acara diawali dengan seminar dan talkshow pada hari Sabtu tanggal 17 Juli 2010 bertempat di Ruang Rapat I Balaikota Bogor. Seminar dan talkshow ini bertemakan “Application of HACCP System in Managing Food Chemical Safety”.  Acara secara resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Wakil Walikota Kepala Sub-Bidang Pertanian Kota Bogor. Setelah itu acara dimulai dengan keynote speaker oleh Prof. Winiati Pudji Rahayu yang merupakan dosen dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan dan Kepala Bagian Mikrobiologi Pangan. Beliau menjelaskan tentang “Manajemen Keamanan Pangan untuk Mengatasi Bahaya Kimia”. Beliau juga menjelaskan tentang isu-isu terbaru tentang kontaminasi bahan kimia dalam pangan.

Seminar pertama diberikan oleh Bapak Adhi Lukman yang merupakan ketua umum GAPMMI dan CEO dari PT. Niramas Utama, INACO. Beliau memaparkan tentang pentingnya HACCP dalam industri dari sisi bisnis sampai kepada konsumen. Contoh-contoh kasus juga diberikan belaiau untuk mempertegas pentingnya keamanan pangan dalam industri. Setelah coffee break diadakan seminar kedua oleh bapak Turiadi yang merupakan wakil dari PT Ajinomoto. Beliau menyampaikan tentang pentingnya Monosodium Glutamat (MSG) dalam bahan pangan. Acara dilanjutkan dengan ishoma sampai pukul 1 siang. Setelah ishoma, acara dilanjutkan dengan talkshow yang mengundang tiga orang ahli yaitu Drs. Suratmono, MP. (Director of Surveilan and Food Safety Information BPOM RI), Ir. Husna Zahir, MA. (Board of YLKI), dan Roy Sparringa, Ph.D (Ristek RI). Beliau-beliau mengemukakan materi keamanan pangan dari sudut pandang bidang mereka masing-masing.

Rangkaian acara selanjutnya adalah dua hari pelatihan yaitu tanggal 19 dan 20 Juli bertempat di Ruang Belimbing Gedung Seafast Center, Baranangsiang, Bogor. Pelatihan hari pertama diisi oleh dua orang trainer yaitu Dr.Ir. Lilis Nuraida, M.Sc yang menjelaskan tentang prinsip-prinsip HACCP dan Dr.Ir. Ratih Dewanti-Hariyadi, M.Sc yang menjelaskan tentang “Five Basic Steps of HACCP”. Pelatihan hari kedua diisi oleh Ir. C.C. Nurwitri, DAA dengan materi “Certification and Auditory Action of HACCP in Foods” dan Ir. Sutrisno Koswara, M.Si yang menjelaskan tentang tes kompetensi dalam HACCP ini.

Hari keempat adalah kunjungan industri ke PT. Indesso Aroma, Cileungsi. Di sini peserta training diberikan materi yang berkaitan dengan penerapan HACCP di PT. Indesso Aroma yang merupakan industri flavor. Peserta juga berkesempatan untuk keliling melihat dan mempelajari kerja dari pabrik PT. Indesso Aroma ini. Hari kelima atau hari terakhir adalah diskusi umum yang dilaksanakan kembali di Ruang Belimbing Seafast Center. Diskusi umum ini pada intinya adalah pengintegrasian dari materi-materi yang telah didapat oleh peserta beberapa hari sebelumnya dan dipresentasikan untuk dapat dikoreksi dan disempurnakan. Setelah presentasi, peserta melakukan finalisasi hasil kerja kelompok dan diadakan pemutaran film tentang HACCP. Acara ini diakhiri dengan penyampaian kesan dan pesan oleh peserta kepada panitia penyelenggara.

Akhir kata, saya mewakili panitia Seminar dan Pelatihan HACCP VIII mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut mendukung terselenggara acara ini. Terimakasih juga kepada seluruh peserta baik training maupun seminar. Kami memohon maaf apabila dalam acara ini masih terdapat banyak kekurangan. Semoga semua saran dan kritik dari semua pihak dapat membangun dan memperbaiki acara ini untuk tahun-tahun selanjutnya. HACCP 2010!!!!! SUKSES!!!!!!!!!

Beberapa hari yang lalu saya nonton sebuah acara lingkungan di MetroTV tentang hebatnya sebuah konstruksi sarang rayap. Acara ini memperlihatkan beberapa scientist yang meneliti konstruksi bangunan sarang rayap tersebut. Mereka mencoba menggali rahasia dibalik stabilnya suhu di bagian dalam sarang rayap walaupun suhu di luar berubah-ubah. Saya langsung teringat pernah membaca artikel dari majalah Tunza (Publikasi dari UNEP) tentang artikel seperti ini.

Artikel bertajuk “Nature R&D” atau R&D dari alam ini menjelaskan beberapa teknologi manusia yang diadaptasi dari alam. Salah satunya adalah sarang rayap ini. Sarang rayap dapat bersuhu konstan sekitar 31oC saat suhu di luar bervariasi dari 3oC hingga 42oC. Beberapa arsitek dan engineer meniru sistem ventilasi dari sarang rayap tersebut saat membangun bangunan sembilan lantai di Harare, Zimbabwe. Hasilnya adalah bangunan ini tidak memerlukan AC dan membutuhkan energi 90 persen lebih sedikit dari bangunan konvensional yan berukuran sama. ALAM EMANG HEBAT YAA!!!!!